Musrenbangdes Gerih Bahas Prioritas Pembangunan di Tengah Penyesuaian Anggaran
Pemerintah Desa Gerih menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Jumat (18/9/2026). Forum tahunan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah desa bersama masyarakat dan unsur terkait untuk membahas arah pembangunan sekaligus menyusun skala prioritas program yang akan dilaksanakan.
Musrenbangdes dipimpin langsung Kepala Desa Gerih, Sholihin, dan dihadiri Camat Gerih Santoso Wibowo, S.Sos., M.Si. Kegiatan juga diikuti unsur Pemerintah Desa, BPD, serta peserta Musrenbangdes lainnya yang hadir lengkap sesuai ketentuan.
Dalam forum tersebut, kondisi kemampuan anggaran menjadi salah satu perhatian utama. Penyesuaian anggaran berdampak pada sejumlah rencana pembangunan yang sebelumnya telah disusun. Karena itu, Pemerintah Desa Gerih dituntut untuk lebih selektif dalam menentukan program, dengan mengedepankan kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas masyarakat.
Camat Gerih Santoso Wibowo dalam arahannya menekankan pentingnya efisiensi anggaran tanpa mengesampingkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara tertib sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan pelaporan.
“Pengelolaan keuangan harus direncanakan, dilaksanakan, kemudian diawasi dan dilaporkan,” menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam arahannya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anggaran yang tersedia. Dengan demikian, program yang direncanakan tidak hanya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga realistis untuk dilaksanakan.
Sementara itu, Sekretaris Desa Gerih memaparkan sejumlah program yang menjadi bagian dari rencana pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah rencana pengisian perangkat desa untuk jabatan Kepala Dusun Bremi.
Pada sektor kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, sejumlah kegiatan juga menjadi perhatian, antara lain Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, remaja, dan lansia serta kegiatan Desa Siaga melalui sosialisasi sadar stunting.
Untuk pembangunan fisik, Pemerintah Desa Gerih merencanakan pemeliharaan jalan desa serta pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada dua titik. Sementara program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) direncanakan menyasar 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Selain program yang direncanakan melalui pemerintah desa, forum juga membahas sejumlah Daftar Usulan RKP Desa (DU-RKPDes). Usulan tersebut di antaranya pembangunan jalan usaha tani yang diharapkan dapat menunjang aktivitas perekonomian masyarakat, pengadaan bibit tanaman bunga di jalur Ngasem, serta pengadaan alat permainan edukatif (APE).
Beberapa usulan pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari pembahasan, yakni Jalan Bulak, Jalan Centong, dan Jalan Bulak Balong Timur. Usulan tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam proses perencanaan pembangunan sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan pendanaan.
Musrenbangdes Desa Gerih tidak sekadar menjadi forum menyampaikan usulan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan anggaran desa. Melalui proses musyawarah yang melibatkan berbagai unsur, diharapkan pembangunan Desa Gerih dapat berjalan lebih terarah, efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat “merencanakan bersama, melaksanakan dengan tertib, dan mengawal hasil pembangunan bersama”, Musrenbangdes Gerih diharapkan menjadi pijakan dalam mewujudkan pembangunan desa yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


