Potensi Pertanian Kecamatan Gerih
Kecamatan Gerih merupakan salah satu kawasan agraris yang terletak di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Wilayah administrasi Kecamatan Gerih membawahi lima desa, yaitu Desa Randusongo, Desa Widodaren, Desa Gerih, Desa Keraskulon, dan Desa Guyung. Seluruh desa di wilayah ini memiliki karakteristik tipologi persawahan. Berdasarkan penilaian perkembangan kawasan, desa-desa di Kecamatan Gerih tumbuh secara dinamis dengan kategori mulai dari Mula, Madya, hingga mencapai taraf Lanjut seperti pada Desa Gerih dan Desa Keraskulon.
Memiliki total luas tanah terdata mencapai 2.536,25 Ha. Penggunaan lahan di dominasi oleh Tanah Sawah seluas 1.660,71 Ha dan Tanah Kering seluas 873,54 Ha, yang menjadi tumpuan utama kehidupan ekonomi warga. Selain itu, terdapat alokasi lahan untuk fasilitas umum seluas 399,38 Ha serta tanah hutan seluas 270,35 Ha. Kawasan hutan terdata dikelola melalui Perhutani dan instansi sektoral, seperti kawasan hutan di Desa Randusongo (105 Ha) dan Desa Widodaren (65 Ha).
Desa-desa di wilayah Kecamatan Gerih berada pada bentang alam dengan ketinggian bervariasi, seperti Desa Widodaren pada ketinggian 112 PL hingga Desa Keraskulon yang berada pada ketinggian 1.500 dari permukaan laut.
Sektor pertanian merupakan pilar utama perekonomian Kecamatan Gerih, dengan komoditas unggulan utama berupa Padi Sawah. Wilayah ini mencatatkan total luas panen padi sawah sebesar 2.512,26 Ha dengan total produksi mencapai 16.018,66 Ton. Sebaran produksi padi sawah meliputi:
- Desa Guyung: 8.400 Ton (luas panen 423 Ha)
- Desa Widodaren: 2.581,20 Ton (luas panen 304,37 Ha)
- Desa Randusongo: 2.110 Ton (luas panen 421,5 Ha)
- Desa Gerih: 1.932 Ton (luas panen 367 Ha)
- Desa Keraskulon: 995,46 Ton (luas panen 144,84 Ha)
Selain padi sawah, produksi lain dari masyarakat kecamatan Gerih Jagung (537,5 ton), bawang merah (105 Ton di Gerih, 4,5 Ton di Keraskulon, dan 2,5 Ton di Randusongo), serta Kacang Kedelai dan hortikultura sayuran.
Kelancaran pasokan air pertanian di Kecamatan Gerih ditopang oleh jaringan irigasi desa sepanjang 16,8 km (Irigasi Primer: 4.700 m, Sekunder: 3.400 m, Tersier: 8.700 m) yang dilengkapi dengan 4 Pintu Sadap dan 33 Pintu Pembagi/Pembuang. Kebutuhan energi masyarakat terlayani oleh jaringan listrik PLN, tidak hanya untuk keperluan rumah tangga tapi juga listrik masuk persawahan untuk mendukung produksi pertanian.


