Strategi BUMDes Widodaren Menjaga Ketahanan Pangan
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nawang Wulan Bersatu Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, berusaha untuk berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. Melalui unit usaha budi daya ayam ras petelur yang telah memasuki usia operasional satu tahun, BUMDes berhasil mencatatkan performa produksi yang terbilang mengesankan, yaitu mencapai tingkat optimal 80 persen.
Namun, mengelola peternakan ayam ras petelur bukan tanpa tantangan. Sepanjang perjalanan setahun terakhir ini, BUMDes Nawang Wulan Bersatu Desa Widodaren dihadapkan pada dua permasalahan yang membayangi keberlanjutan usaha: fluktuasi harga jual telur di pasaran serta tingginya biaya pakan ternak.
Menjaga Produktivitas Tanpa Spekulasi Pakan
Tingginya biaya pakan kerap mengikis margin keuntungan. Meski metode pembuatan pakan mandiri (self-mixing) sering ditawarkan sebagai solusi efisiensi, BUMDes Widodaren memilih langkah yang terukur dan berhati-hati. Peternak tidak ingin berspekulasi mengubah formulasi pakan secara mendadak karena risiko stres pada ayam yang dapat menurunkan angka produksi yang sudah stabil di tingkat 80 persen.
Sebagai gantinya, strategi efisiensi diarahkan pada optimalisasi rantai pasok. BUMDes memanfaatkan posisinya untuk melakukan pembelian bahan baku secara kolektif (bulk buying) langsung ke distributor besar, serta mempertimbangkan metode pakan campuran terukur (semi self-mixing) dengan pendampingan tenaga ahli melalui skema uji coba terbatas (trial) pada sebagian kecil populasi ayam terlebih dahulu.
Pemerintah Kecamatan Gerih berperan vital sebagai pembina, pengawas, sekaligus fasilitator dalam menjaga keberlanjutan unit usaha budi daya ayam ras petelur BUMDes Widodaren. Selain melakukan monitoring dan evaluasi rutin terhadap tata kelola administrasi serta laporan keuangan BUMDes agar tetap transparan dan akuntabel, pihak kecamatan juga aktif memfasilitasi peningkatan kapasitas pengurus dan mendampingi proses legalitas BUMDes.


